IIQ Jakarta Rekonstruksi Audit Mutu Internal Siklus VIII: Langkah Strategis Kejar Akreditasi Unggul BAN-PT

Tangerang Selatan — Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi perkembangan sistem akreditasi perguruan tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan dalam Workshop “Bedah Strategi Unggul Akreditasi LAMGAMA” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu (22/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, IIQ Jakarta mengikutsertakan Dr. Isman Iskandar, M.Sos., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IIQ Jakarta, sebagai peserta workshop. Kegiatan menghadirkan Yusuf Nalim, S.Si., M.Si. sebagai narasumber.

Workshop menjadi forum penguatan pemahaman sekaligus pembelajaran praktis mengenai strategi yang perlu dipersiapkan perguruan tinggi untuk memenuhi persyaratan dan meningkatkan kesiapan menuju status Terakreditasi Unggul LAMGAMA.

Membaca Strategi Unggul Berdasarkan Ketentuan Akreditasi

Salah satu fokus utama workshop adalah pembahasan mengenai syarat unggul LAMGAMA berdasarkan Peraturan BAN-PT Nomor 13 Tahun 2026.

Peserta diajak memahami kriteria yang menjadi dasar penilaian, tuntutan yang perlu dipenuhi oleh program studi, serta jenis bukti yang harus disiapkan untuk mendukung capaian kinerja.

Pembahasan tidak hanya diarahkan pada pemahaman terhadap regulasi. Narasumber juga menguraikan strategi pemenuhan persyaratan unggul dengan melihat kondisi program studi, mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi aktual dan tuntutan akreditasi, menentukan prioritas perbaikan, serta menyiapkan bukti kinerja yang relevan.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa persiapan akreditasi membutuhkan proses yang sistematis. Program studi perlu memahami posisi kinerjanya, menentukan area yang perlu diperbaiki, dan memastikan setiap capaian memiliki bukti yang dapat diverifikasi.

Perubahan Sistem Akreditasi Menuntut Kesiapan Perguruan Tinggi

Dalam workshop juga dibahas perkembangan LAMGAMA sebagai bagian dari perubahan sistem akreditasi pendidikan tinggi keagamaan. Berdasarkan materi yang disampaikan dalam kegiatan, LAMGAMA mulai beroperasi seiring dengan terbitnya Peraturan BAN-PT Nomor 15 Tahun 2026.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari dinamika sistem akreditasi yang perlu dipahami oleh perguruan tinggi. Pemahaman terhadap regulasi dan arah kebijakan menjadi penting agar program studi dapat menyusun persiapan secara lebih terencana.

Dalam konteks pencapaian predikat Unggul, kelengkapan dokumen saja tidak menjadi satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan. Kinerja program studi, capaian tridharma perguruan tinggi, tata kelola, budaya mutu, serta bukti pelaksanaan menjadi unsur penting yang perlu dibangun dan ditunjukkan secara nyata serta konsisten.

Dengan demikian, persiapan akreditasi tidak semestinya dilakukan hanya ketika proses asesmen akan berlangsung. Penguatan kinerja dan dokumentasi perlu menjadi bagian dari proses penjaminan mutu yang berjalan secara berkelanjutan.

Keikutsertaan Ketua LPM sebagai Bagian dari Pengembangan SDM

Keikutsertaan Ketua LPM IIQ Jakarta dalam Workshop “Bedah Strategi Unggul Akreditasi LAMGAMA” menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi sumber daya manusia sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan dalam bidang penjaminan mutu.

Pengetahuan yang diperoleh melalui workshop diharapkan dapat dibagikan dan dimanfaatkan untuk mendukung persiapan akreditasi serta peningkatan mutu program studi di lingkungan IIQ Jakarta.

Bagi LPM IIQ Jakarta, penguatan pemahaman terhadap perkembangan sistem akreditasi menjadi penting untuk memastikan pendampingan mutu kepada program studi dapat dilakukan dengan memperhatikan tuntutan dan arah kebijakan terbaru.

IIQ Jakarta Siapkan Program Studi Menghadapi Tuntutan Akreditasi

Melalui kegiatan tersebut, IIQ Jakarta terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai bagian dari penguatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.

Pemahaman terhadap regulasi, kemampuan membaca kesenjangan kinerja, penentuan prioritas perbaikan, dan kesiapan bukti kinerja merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen IIQ Jakarta untuk membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga pada peningkatan kinerja dan keberlanjutan mutu program studi.

Dengan penguatan kompetensi dan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan, IIQ Jakarta terus mempersiapkan program studi agar semakin adaptif terhadap perkembangan kebijakan akreditasi serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menuju predikat Terakreditasi Unggul.