Perkuat Akreditasi Unggul, Tim ISK PIAUD Selenggarakan Pelatihan secara Daring

Tangerang Selatan— Upaya memperkuat kesiapan akreditasi program studi terus dilakukan melalui penguatan kapasitas pengelola pendidikan tinggi. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Isman Iskandar, M.Sos., bersama Anggota Tim Penyusunan ISK mengikuti Workshop dan Pelatihan Akselerasi Penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis Outcome-Based Education (OBE) menuju Akreditasi Unggul LAMDIK Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (02/09/2026) tersebut diselenggarakan secara hybrid, dengan pelaksanaan luring di Aula Pertemuan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta secara daring melalui platform konferensi video.

Pelatihan menghadirkan materi strategis mengenai regulasi konversi akreditasi, penyusunan dokumen Instrumen Suplemen Konversi, penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED), pemenuhan Data Kinerja Program Studi (DKPS), serta pengukuran CPL berbasis OBE.

Memahami Strategi Konversi Menuju Akreditasi Unggul

Pelatihan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan kebijakan akreditasi pendidikan tinggi setelah perubahan sistem peringkat akreditasi nasional.

Dalam pembahasan kegiatan, peserta mempelajari ketentuan konversi akreditasi melalui Peraturan LAMDIK Nomor 2 Tahun 2026, yang menjadi dasar pelaksanaan Instrumen Suplemen Konversi bagi program studi kependidikan yang memenuhi ketentuan.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kebutuhan penyusunan dokumen LED yang bersifat deskriptif, analitis, evaluatif, dan reflektif. Penyusunan dokumen tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan kesiapan program studi dalam memenuhi persyaratan akreditasi.

Selain aspek dokumen, pembahasan juga diarahkan pada pemenuhan indikator kinerja program studi, termasuk kesiapan data dan bukti dukung yang relevan dengan instrumen penilaian.

Pengukuran CPL Berbasis Outcome-Based Education

Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah penguatan pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis Outcome-Based Education.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai penerapan pengukuran CPL secara bertahap melalui data pembelajaran yang tersedia pada tingkat mata kuliah dan program studi.

Pendekatan pengukuran CPL menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan perkuliahan, tetapi juga pada ketercapaian kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mengikuti pembahasan dan simulasi mengenai agregasi hasil pengukuran CPL di tingkat program studi.

Penguatan Kesiapan Program Studi

Selain membahas penyusunan ISK dan pengukuran CPL, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap kesiapan data kinerja program studi.

Peserta mempelajari pentingnya validasi dan sinkronisasi data akademik, data mahasiswa, kualifikasi dosen, serta berbagai bukti kinerja yang diperlukan dalam proses penilaian akreditasi.

Pelatihan juga membahas penyusunan rencana tindak lanjut untuk membantu program studi memetakan kebutuhan perbaikan dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan secara bertahap.

Keikutsertaan Ketua LPM dan tim Penyusun ISK dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas sistem penjaminan mutu internal dalam mengikuti perkembangan kebijakan dan instrumen akreditasi pendidikan tinggi.

 Mendorong Penguatan Mutu dan Kesiapan Akreditasi

Penguatan pemahaman terhadap Instrumen Suplemen Konversi, pengukuran CPL berbasis OBE, serta pemenuhan data kinerja menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan program studi menghadapi perkembangan sistem akreditasi.

Melalui kegiatan pelatihan tersebut, berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi masukan dalam penguatan sistem penjaminan mutu dan pendampingan program studi dalam mempersiapkan kebutuhan akreditasi.

Penguatan budaya mutu, validitas data, keterlacakan bukti kinerja, serta konsistensi pengukuran capaian pembelajaran menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan akreditasi secara berkelanjutan.